jump to navigation

Tour de Garut : Candi Cangkuang & Kampung Pulo 20 Juni 2008

Posted by ayowisata in Jawa Barat, Wisata Budaya.
trackback

Sabtu Pahing, 9 Februari 2008, hari masih pagi sekali ketika kami berenam (sebut saja engineer Clarisense yaitu Om Eris, Meon, Gayuh, Dedi, Yosi dan saya) berangkat menuju ke beberapa obyek wisata di Kabupaten Garut – Jawa Barat. Karena kami berdomisili di Bandung, pertama-tama kami menuju ke obyek terdekat yaitu Candi Cangkuang di Situ Cangkuang. Perjalanan kami terhitung lancar, hanya sedikit mengalami kemacetan di Pasar Ujung Berung.

Kami membutuhkan waktu 1.5 jam perjalanan santai untuk mencapai Situ Cangkuang. Setelah memarkir tiga sepeda motor di depan pintu utama, kami pun masuk dengan membayar tiket Rp 2000 per orang. Di depan kami terhampar pemandangan Situ Cangkuang, suasana pedesaan yang terasa tenang dan damai. Di seberang sana terletak Candi Cangkuang dan sebuah kampung adat, Kampung Pulo namanya. Tepat di depan kami terdapat belasan perahu dari bambu yang dapat digunakan untuk menyeberang, tarifnya Rp 3000 per orang.

From Tour de Garut

Kami pun bergegas dengan minat kami masing-masing, dengan kamera di tangan kami mengambil gambar yang kami suka termasuk mengambil potret kami sendiri. Berpose di dalam perahu sepertinya cukup menarik, maka beginilah salah satu potret yang diambil menggunakan kamera saya Nikon D70s plus lensa Nikkor 50mm f/1.8 milik Om Meon. Jadi saya minta ijin untuk ditampilnya ya, semoga berkenan.

From Tour de Garut

Setelah puas dengan mainan masing-masing, kami menyewa satu perahu untuk membawa kami menyeberang. Sembari Pak Danang namanya, menjalankan perahu tersebut, kami pun tetap sibuk dengan Nikon, Canon, Olympus, juga Sony Ericsson yang kami pegang masing-masing. Ternyata di telaga yang kedalamannya barangkali hanya sekitar 2 meter ini dimanfaatkan juga oleh nelayan untuk menjala ikan.

From Tour de Garut

Kami pun akhirnya mendarat di seberang. Tepat di depan kami terlihat situs Candi Cangkuang yang dikelilingi oleh taman. Karena mungkin hari masih pagi, kami belum bisa masuk ke dalam kawasan candi Hindu tersebut. Kami berjalan di pinggir taman menuju Kampung Pulo, sebuah kampung adat yang hanya memiliki 7 bangunan tidak boleh lebih tidak boleh kurang. Kami diberi penjelasan oleh Pak Danang yang merangkap sebagai pemandu wisata. Ini dia suasana kampung adat tersebut yang diambil menggunakan Nikon D50 plus Nikkor 18-55 mm milik Om Meon, sementara foto-foto lain kami ada di sini.

From Tour de Garut

Obyek Wisata Jawa Barat:
[Pantai Barat Pangandaran][Pantai Timur Pangandaran][Cagar Alam Pananjung][Pantai Karang Nini][Kawah Kamojang][Situ Bagendit][Candi Cangkuang & Kampung Pulo]

Komentar»

1. eka supratman - 9 Oktober 2008

jd kangen lama ga balik euy…

pernikahan adat - 21 Januari 2010

Begitu indah dan kaya Indonesia ini, mari bersama kita lestarikan budaya kita,, salam kenal dari Pernikahan Adat Di Indonesia

2. yudianty - 22 Juni 2009

kalo mau kesana rutenya gimana ya. saya tinggal di jakarta, pengen kesana bawa anak biar tau juga.

thanks

angelica - 22 Januari 2010

lamun bade ka candi cangkuang tanyain aja ke orang BANDUNG kalau udah nyampe ke daerah JAWA BARAT ke lestoran atau ke rumah makan khas sunda dulu biar tau makanan khas sunda kalau mau tau salah satunya jengkol ,petey ,sambel tarasi dll.Tapi selain itu ada lagi yang lain ya itu peyem kalau lewat Sumedang bisa mampir dulu ke tempat jualan tahu sumedang .

Buat teteh YUDIANTY

3. sangmane - 22 Oktober 2009

kalo ke garut enaknya lewat Bandung – Purbaleunyi – Nagrek, trus ambil kekanan ke arah Garut.

Kalo udah lepas nagrek biasanya jalan menyempit dan berkelok-kelok.

kalo mau ke garut lebih bagus di musim hujan karena kalo musim kemarau sepertinya kering banget

bisa mampir ke cipanas, mampir ke Situ Cangkuang, Situ Bagendit, juga ke Kampung Sampireun

salam kenal,
Jakarta Gue Banget
Sangmane
Travel Sangmane

Terima kasih.

angelica - 22 Januari 2010

kalo dari BANDUNGenak ku sabab BANDUNG mah adem terus bisa bawa oleh-oleh peyem bandung aya oge hui enak jadina lamun ka BANDUNG heula .lamun ka lestoran sunda mah enak kusabab makananna khas sunda aya jengkol ,petey ,sambel tarasi .

salam kenal,
BANDUNG kota kembang

4. Tyas - 4 Januari 2010

mana candinya?

angelica - 22 Januari 2010

Oh iya sampai lupa malah ngomongin makanan khas sunda yang katanya aya jengkol ,petey ,sambel tarasi jeung peyem .Setahu aq candi cangkuang segede kios jengkol jeung petey candina teh sae senahma .

5. Fatherhood - 28 Mei 2010

asik juga tugh nampak2nya ya… terakhir ke garut dah lama bwangettt soale.
kudu ngelongok lagi negh sekalian nengok anak di bandung.

6. iwan - 16 November 2010

garut memang banyak tempat wisatanya,, indah2 lagi,,

7. bayukim - 19 Februari 2011

eta mah pang amengan simkirung ath … hheu

8. fitri - 23 Mei 2011

warga yang tinggal disitu hanya beberapa kepala kluarga saja,,,

tapi tempatnya enak bgt,,,,

9. asaz - 13 November 2011

cangkuang memang indah tapi banyak preman nya, pengalaman tahun 2002, ketika saya bawa rombongan 5 bis dari salah satu SMA di bogor tidak boleh masuk ke lokasi karena harus turun dan anggota rombongan harus naik delman sebanyak 5 bis kan tidak masuk akal, akhirnya sopir bis berinisiatif lewat jalan barat, tapi tidak sebagus jalan pintu masuk utara, tapi setelah itu kami kapok bawa rombongan ke sana kecuali kalau mudik lebaran karena kami mudik ke garut hanya bawa keluarga

10. Berakhir Pekan di Bandung « chris’GALLERY - 21 Maret 2012

[...] Candi Cangkuang dan Situ Cangkuang – Garut [...]


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.