Situs Karangkamulyan – Legenda Ciung Wanara

Posted on Updated on

Dalam perjalanan pulang dari Pangandaran ke Bandung tahun 2005 lalu, singgahlah kami di sebuah Obyek Wisata Budaya Karangkamulyan di Kabupaten Ciamis. Konon, situs ini merupakan peninggalan sang legenda Ciung Wanara. Saya kira menarik sekali cerita mengenai legenda Ciung Wanara seperti diceritakan oleh Mba Mira Marsellia di sini dan juga hikmah yang disampaikan oleh Mas Awan Sundiawan di sini sebagai berikut (Hatur nuhun Mba Mira dan Mas Awan untuk sharingnya):

Yang saya ketahui bahwa kata Karangkamulyan berasal dari Karang (batu) dan kamulyaan (kemulyaan) jadi Karangkamulya(a)n berarti Batu yang memiliki kemuliyaan, mengapa demikian? Karena ketika Ciung Wana mengeluh ayamnya kalah dia duduk disebuah batu kemudian ayam itu dimandikan oleh air yang mengalir dari mata air, maka mata air itu disebut “Cai kahuripan” (Air kehidupan). Akhirnya ayam Ciung Wanara jadi segar kembali dan memenangkan pertandingan adu ayam.

Dari cerita di atas dapat kita ambil hikmahnya, bahwa mata air yang segar yang berasal dari tumbuhan akan menyegarkan badan (kehidupan) kita. Nah coba kita renungkan disekeliling kita, apakah mata air itu masih segar? Apakah mata air itu masih bersumber dari pepohonan yang hijau?

Kesan saya, suasana situs ini sangat tenang meskipun berada di pinggir jalan raya. Rindangnya pepohonan di area ini memberikan kesan sangat teduh sekaligus menyegarkan. Sangat cocok untuk refreshing sekalian mengenal situs peninggalan sejarah. Tampak di foto paling bawah adalah tempat sabung ayam Ciung Wanara. Galeri foto-foto yang lain ada di sini.

4 thoughts on “Situs Karangkamulyan – Legenda Ciung Wanara

    Chy said:
    1 Desember 2008 pukul 1:07 pm

    Keterangan foto donk!

    amor chb said:
    20 Mei 2009 pukul 10:58 am

    tambihan photona deui atuh!!!

    Hatur nuhun sarannya.

    […] beras tumpah, atau beras mawur.  Kaki ayam petarung dengan sisik ini erat kaitannya dengan legenda Karang Kamulyan di Ciamis Jawa Barat, Kerajaan Galuh Pakuan, Pajajaran, dan cerita Ciung […]

    […] beras tumpah, atau beras mawur.  Kaki ayam petarung dengan sisik ini erat kaitannya dengan legenda Karang Kamulyan di Ciamis Jawa Barat, Kerajaan Galuh Pakuan, Pajajaran, dan cerita Ciung […]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s