Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Garuda Wisnu Kencana atau lebih dikenal sebagai GWK adalah ..

Iklan

Berkeliling ke 5 Obyek Wisata di Bali

Pada hari Sabtu, 9 Maret 2013, kami sekeluarga melakukan wisata satu hari berkeliling dari obyek wisata yang satu ke obyek wisata yang lain. Dengan kendaraan APV yang kami sewa seharga 400ribu untuk 10 jam (sudah termasuk BBM dan Sopir), start dari Dalung kami mengunjungi tempat-tempat sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Studio Painting Abhynussa di Batuan, Gianyar-Bali

Dalam perjalanan Denpasar-Kintamani, kami menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu studio painting dari sekian studio yang berada di Batuan, Gianyar-Bali. Namanya Abhynussa, The Studio of Contenporary, Abstract, Realism, Impressinism, and Classical Artist Painting yang beralamat di Br. Penida, Batuan, Sukawati, Gianyar, Bali. Baca lebih lanjut

Tour de Garut : Candi Cangkuang & Kampung Pulo

Sabtu Pahing, 9 Februari 2008, hari masih pagi sekali ketika kami berenam (sebut saja engineer Clarisense yaitu Om Eris, Meon, Gayuh, Dedi, Yosi dan saya) berangkat menuju ke beberapa obyek wisata di Kabupaten Garut – Jawa Barat. Karena kami berdomisili di Bandung, pertama-tama kami menuju ke obyek terdekat yaitu Candi Cangkuang di Situ Cangkuang. Perjalanan kami terhitung lancar, hanya sedikit mengalami kemacetan di Pasar Ujung Berung. Baca lebih lanjut

Situs Karangkamulyan – Legenda Ciung Wanara

Dalam perjalanan pulang dari Pangandaran ke Bandung tahun 2005 lalu, singgahlah kami di sebuah Obyek Wisata Budaya Karangkamulyan di Kabupaten Ciamis. Konon, situs ini merupakan peninggalan sang legenda Ciung Wanara. Saya kira menarik sekali cerita mengenai legenda Ciung Wanara seperti diceritakan oleh Mba Mira Marsellia di sini dan juga hikmah yang disampaikan oleh Mas Awan Sundiawan di sini sebagai berikut (Hatur nuhun Mba Mira dan Mas Awan untuk sharingnya):

Yang saya ketahui bahwa kata Karangkamulyan berasal dari Karang (batu) dan kamulyaan (kemulyaan) jadi Karangkamulya(a)n berarti Batu yang memiliki kemuliyaan, mengapa demikian? Karena ketika Ciung Wana mengeluh ayamnya kalah dia duduk disebuah batu kemudian ayam itu dimandikan oleh air yang mengalir dari mata air, maka mata air itu disebut “Cai kahuripan” (Air kehidupan). Akhirnya ayam Ciung Wanara jadi segar kembali dan memenangkan pertandingan adu ayam.

Dari cerita di atas dapat kita ambil hikmahnya, bahwa mata air yang segar yang berasal dari tumbuhan akan menyegarkan badan (kehidupan) kita. Nah coba kita renungkan disekeliling kita, apakah mata air itu masih segar? Apakah mata air itu masih bersumber dari pepohonan yang hijau?

Kesan saya, suasana situs ini sangat tenang meskipun berada di pinggir jalan raya. Rindangnya pepohonan di area ini memberikan kesan sangat teduh sekaligus menyegarkan. Sangat cocok untuk refreshing sekalian mengenal situs peninggalan sejarah. Tampak di foto paling bawah adalah tempat sabung ayam Ciung Wanara. Galeri foto-foto yang lain ada di sini.