Sumba Timur 2010: Jelang Kembali ke Bandung

Rabu sore kami tiba kembali di Waingapu seusai kunjungan di Desa Tadulajangga. Sebelum menuju hotel, kami singgah terlebih dahulu di sentra pembuatan tenun ikat khas Waingapu. Kami melihat-lihat bagaimana proses mengikat bagian-bagian kain menggunakan bahan daun giwang sebelum dilakukan pewarnaan. Warna kain tenun ikat diperoleh dari proses pewarnaan menggunakan bahan-bahan alami seperti daun nila (biru) dan akar mengkudu serta daun loba (merah). Menurut warga, proses pembuatan kain tenun ikat ini membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai satu tahun untuk sebuah kain tenun ikat.

Baca lebih lanjut

Iklan

Sumba Timur 2010: Perjalanan Bandung-Waingapu

Pada hari Senin, 19 April 2010, saya bersama Prof. Fauzi dan Bp. Oemar Handojo dari ITB dan Mas Agus Fany dari UPI mengadakan perjalanan ke Kab. Sumba Timur, NTT dalam rangka menindaklanjuti kerjasama ITB (PPTIK) dengan WVI ADP Sumba Timur. Berangkat dari Bandung, kami diterbangkan dengan Boeing 737-200 menuju Denpasar via Surabaya. Di tengah perjalanan, Pak Armein Langi selaku Kepala PPTIK-ITB bergabung dengan kami di Denpasar untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Waingapu.

Baca lebih lanjut