Mudik 2015: Perjalanan Bandung-Yogyakarta

Mudik ke “Jogja” Yogyakarta di penghujung tahun merupakan tradisi kami berlibur di kampung halaman untuk merayakan Natal dan menyambut tahun baru. Jika mudik sebelumnya kami singgah bermalam di Ciamis, mudik kali ini kami akan singgah bermalam di Baturaden yang populer sebagai area wisata pegunungan di kaki Gunung Slamet, Purwokerto.

Perjalanan Bandung-Ciamis-Purwokerto

Perjalanan kami mulai pagi menjelang siang dengan mengambil rute Bandung-Cileunyi-Rancaekek lanjut ke Nagrek, Ciawi, Tasikmalaya dan Ciamis. Kondisi lalu lintas pada saat itu cukup ramai dengan kendaraan-kendaraan mudik namun cukup lancar. Setelah empat jam menempuh jarak sekitar 12o km, kami tiba di warung sate maranggi langganan kami yang berada di Jalan Raya Cikoneng, sekitar 9 km arah barat Alun-Alun Ciamis.

Seperti biasa kami memesan makanan favorit kami yakni sate kambing dan sop iga sapi. Suasana tempat makan yang bernuansa pedesaan (meskipun berada persis di pinggir jalan utama) menambah asyiknya beristirahat sembari menyantap makanan. Anak-anak pun dapat beristirahat sejenak dan bermain. Satu jam beristirahat di sini membuat kami segar kembali untuk melanjutkan perjalanan.

Kendaraan kami arahkan menuju Yogyakarta. Namun karena kami akan singgah di Baturaden-Purwokerto, setelah sampai di Wangon kami akan berbelok ke kiri mengambil jalan Wangon-Ajibarang (arah Tegal). Lalu lintas sedikit padat di Jalan Wangon-Ajibarang karena adanya pengaspalan jalan. Perjalanan selama kurang lebih 4 jam kami tempuh hingga akhirnya pada pukul 19.30 kami tiba di hotel yang telah kami pesan sebelumnya via Booking.

Pada hari berikutnya setelah sarapan pagi, kami menikmati hari dengan bermain di kolam renang “waterboom” hotel dan dilanjutkan berwisata ke Lokawisata Baturaden.

Perjalanan Purwokerto-Kebumen-Yogyakarta

Setelah menikmati alam wisata Baturaden sampai lepas siang, kami melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Sebetulnya ada dua alternatif jalur Purwokerto-Yogyakarta yakni jalur via Banjarnegara-Wonosobo-Magelang dan jalur via Gombong-Kebumen-Purworejo. Kami memilih jalur yang terbiasa kami lalui yakni via Gombong-Kebumen-Purworejo. Kemacetan yang lumayan menyita waktu kami alami di Kebumen (sebelum palang pintu kereta) dan di Purworejo karena adanya pengaspalan jalan.

Kami tiba di rumah orang tua pada malam hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s