Mudik 2014: Perjalanan Bandung-Yogya via Jalur Selatan

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2014 ini kami memiliki kesempatan untuk mudik ke kampung halaman di Yogyakarta dan akan berlanjut ke Delanggu, Solo, dan Karanganyar. Pada Mudik 2012 di bulan Desember, kami berangkat dari Bandung pukul 02:30 dini hari; sementara itu pada Mudik 2013 di bulan September kami berangkat pada pukul 17:00 sore hari. Pada Mudik 2014 di penghujung tahun ini, kami berangkat dari Bandung pukul 13:00 siang dengan harapan sampai di Kota Ciamis sebelum matahari terbit. Seperti pada tahun sebelumnya, kami berencana untuk menginap semalam di Ciamis agar perjalanan menjadi lebih menyenangkan karena cukup beristirahat.

Kami berangkat dari daerah Cikutra/Taman Makam Pahlawan pada hari Senin dengan mengambil jalur Cicaheum, Ujung Berung, Cibiru, sampai dengan Cileunyi yang berjarak kurang lebih 15 km. Ini adalah jalur terpendek untuk mencapai Cileunyi dan kami sangat menikmati perjalanan via jalur tersebut meskipun cenderung ramai, tapi justru di situlah perjalanan mudik ini menjadi satu rekreasi tersendiri. Di antara pengendara yang lain mungkin akan memilih jalur via tol menuju Gerbang Tol Cileunyi dengan masuk pintu tol Buah Batu, Mohammad Toha, Pasteur atau lainnya yang dirasa mudah dijangkau. Meskipun melalui jalan tol ini akan lebih jauh bahkan dua kali lipat karena mengambil jalur luar Kota Bandung, namun dari segi waktu seringkali akan lebih singkat dengan catatan posisi keberangkatan sudah mendekati salah satu pintu tol tersebut.

Sampai di Cileunyi yang kami tempuh selama 75 menit, perjalanan kami lanjutkan ke arah timur melewati Rancaekek, Cicalengka, Nagrek, Malangbong sampai dengan Tasikmalaya. Biasanya perjalanan menjadi lebih lega setelah mencapai kota Tasikmalaya, karena sepanjang perjalanan dari Bandung menuju Tasikmalaya yang kurang lebih 100 km sangat akrab diwarnai dengan kelokan-kelokan tajam yang membutuhkan konsentrasi mengemudi tingkat tinggi. Minimal 3 jam kami perlukan untuk menempuh perjalanan dari Bandung sampai dengan Tasikmalaya.

Seperti mudik tahun sebelumnya, kami beristirahat dan bermalam di Kota Ciamis yang berjarak kurang lebih 20 km di sebelah timur Kota Tasikmalaya. Namun sebelum memasuki Kota Ciamis, kami menyempatkan diri untuk singgah di rumah makan Sate Maranggi di daerah persawahan Jalan Cikoneng sekitar 7 km sebelum Alun-Alun Kota Ciamis. Sate Kambing, Sate Sapi, dan Sop Iga Sapi kami pesan untuk mengembalikan tenaga setelah melalui perjalanan sejauh 120 km. Selesai bersantap sore sekaligus pengganti makan malam, kami menuju salah satu hotel di Kota Ciamis dan beristirahat di sana.

Ciamis – Yogyakarta

Pagi harinya setelah sarapan pagi di hotel, kami memulai perjalanan kembali menuju Jawa Tengah sebelum nantinya perhentian terakhir adalah Yogyakarta. Jalur selatan Pulau Jawa ini cenderung sepi dan lancar, namun kami tetap berkendara dengan santai apalagi jalur selatan sedang kurang bagus karena banyaknya lubang persisnya setelah sekian waktu menyeberang perbatasan Jawa Barat dan Jawa Timur. Siang hari kami tiba di daerah Jatilawang, persis sebelum SPBU Jatilawang yang cukup besar, dan kami mampir membeli es cendol atau dhawet hitam yang dijajakan di pinggir-pinggir jalan.

IMG_1216

:: Beristirahat sambil menikmati es cendol hitam ::

IMG_1215

:: Sawah menghijau dengan pemandangan pegunungan di daerah Jatilawang – Jawa Tengah ::

Lewat tengah siang kami mencapai daerah Tambak yang terkenal dengan makanan khas bebeknya. Kami mampir di salah satu rumah makan “Pak Encus” dan memesan beberapa hidangan bebek.

IMG_1220

:: Sate Bebek Pak Encus, Tambak – Jawa Tengah ::

IMG_1223

:: Menikmati kemacetan di daerah Kebumen ::

Perjalanan baru terasa nyaman kembali setelah memasuki Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Rupanya jalur selatan berlubang sejak perbatasan Jawa Barat/Jawa Tengah sampai dengan perbatasan Jawa Tengah/DIY. Jadi boleh dibilang sepanjang jalur selatan di wilayah Jawa Tengah yang berjarak sekitar 200 km diwarnai dengan lubang-lubang jalan yang mengurangi kenyamanan berkendara.

Akhirnya pada pukul 8 malam, kami pun tiba di rumah orang tua kami di Yogyakarta.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s