Beberapa Rute Alternatif Bandung-Soreang

Kebetulan saya sedang memiliki urusan di Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang. Bandung-Soreang kira-kira hanya berjarak 30 km, namun bagi saya harus memutar otak untuk mencari rute yang tidak terhambat kemacetan. Berikut ini pengalaman saya dua kali tour de Bandung-Soreang dalam dua minggu terakhir ini.

Bandung-Kopo-Soreang

Jalur Bandung-Soreang via Kopo menurut saya merupakan jalur utama. Berangkat dari Bandung (sekitar Taman Makam Pahlawan) pukul 08:00 pagi, saya mengambil rute Pahlawan-Jl. Katamso-Jl. Supratman-Jl. A. Yani-Jl. Laswi-Jl. BKR terus sampai Jl. Moh. Toha dan mengambil jalur tol Moh.Toha-Kopo yang sebetulnya dekat sekali (5 menit). Keluar pintu tol Kopo saya langsung mengantri untuk masuk ke Jalan Kopo Sayati. Macet sekali, dan rupanya sedang ada pekerjaan pengecoran jalan. Masuk Jl. Soreang-Kopo atau sekitar Lanud Sulaeman, situasi jalan terasa lancar sekali sampai saya tiba di Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung. Sekitar 2 jam saya habiskan di jalan dari Bandung menuju Soreang, odometer menunjukkan angka 32 km.

Ketika kembali Soreang-Kopo-Bandung sekitar pukul 11:00 siang, saya mengambil jalur yang sama. Kembali menemui kemacetan di Jalan Kopo Sayati, dan selanjutnya saya mengambil jalur tol Kopo-Pasteur yang sebetulnya memutar (nambah 10 km rasanya). Waktu yang diperlukan mirip yakni 2 jam.

Informasi dari rekan, sebetulnya ada jalan alternatif untuk menghindari Kopo Sayati yang super macet yakni melalui Taman Kopo Indah-Jalan Burujul-Permai Raya. Atau melalui Komplek Margahayu Kencana (MarKen), tembus depan Lapangan Golf.

Bandung-Baros-Nanjung-Soreang

Atas informasi rekan, saya mengambil jalur Bandung-Soreang via Nanjung. Dari Bandung saya masuk pintu tol Pasteur dan keluar pintu tol Baros, Cimahi yang bertarif 2000. Keluar tol Baros sangatlah lancar (jauh jika dibandingkan dengan pintu tol Kopo yang super macet dan super padat), begitu keluar tol langsung ambil ke kanan dan pertigaan berikutnya ambil arah ke kanan (ke arah Kerkhof/Jl. Nanjung). Nah sampai pertigaan Kerkhof-Jl. Nanjung, ambil ke kiri masuk Jalan Nanjung ke arah Soreang. Kondisi jalan biasa saja dan sepi, namun kadang-kadang tersendat oleh truk pabrik. Hanya saja, ada ruas jalan yang sedang dicor sehingga diberlakukan buka tutup jalan. Setelah itu, lalu lintas sangat lancar menuju Kantor Pemkab Soreang melalui Stadion Jalak Harupat. Total jarak yang ditempuh adalah 28 km memakan waktu kurang lebih 1 jam 15 menit.

Soreang-Banjaran-Bandung

Pulang ke Bandung, saya mengambil rute yang lain yakni via Banjaran dan Dayeuh Kolot. Benar kata orang yang saya tanya, di jalur ini saya akan tersendat di Terminal Banjaran. Sekitar 20 menit waktu dihabiskan untuk mengantri di sekitar terminal. Selepasnya, jalanan sangat lancar namun terasa panjang jalur yang harus ditempuh. Sedikit tersendat di Dayeuh Kolot dan ternyata bertemu dengan sistem buka tutup jalan karena ada pengecoran jalan di terusan Jalan Moh. Toha. Setengah jam menunggu giliran, dan karena masuk ke Jalan Moh. Toha saya harus membelah Kota Bandung yang akrab dengan kemacetan. Odometer menunjukkan angka 32 km dengan waktu tempuh 2.5 jam.

***

Dari ketiga alternatif jalur tersebut, sepertinya Bandung-Soreang via Nanjung merupakan jalur yang cukup nyaman untuk diambil. Apalagi kalau pengecoran di Nanjung telah selesai.

Iklan

5 comments

  1. saya posisi purwakarta, nah saya dari mana dan kemana ni gan, saya ingin menuju banjaran kel. arjasari desa batu karut. trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s