Mudik 2012: Perjalanan Yogya-Bandung via Jalur Selatan

Selesai menikmati seminggu liburan di kampung halaman, Yogyakarta, kami pun kembali ke rumah kami di Bandung. Jika pada libur Paskah 2012 lalu kami kembali ke Bandung pada pukul 00:00 pagi, maka kali ini kami mengambil waktu berangkat pada pukul 02:00 pagi dengan harapan tidak perlu berhenti untuk sejenak tidur sebagaimana liburan lalu. Sore hari kemarin tangki bensin Avanza sudah full-tank 45 liter sehingga tidak perlu mengisi bensin di perjalanan.

Pukul 2 kami mulai berangkat ke arah Jalan Wates melalui Padon dan Gedongan ke arah selatan karena rumah kami di Minggir. Ada alternatif lain melalui Jalan Sentolo-Muntilan dengan menyeberang Sungai Progo melalui Jembatan Kreo (Kebon Agung) atau Jembatan Ngapak (Sembuhan), namun Jalan Sentolo-Muntilan cenderung berlika-liku dan naik-turun. Terus menuju Purworejo, Kutoarjo, Kutowinangun, Kebumen, Karanganyar, sampai Gombong jalanan sangat sepi. Hanya menyalip beberapa truk besar saja. Mulai dari Buntu menuju Wangon, Lumbir, Karangpucung, dan Majenang jalan mulai sedikit ramai meskipun kendaraan masih dapat melaju kencang. Pukul 6 pagi atau setelah 4 jam perjalanan, odometer kami telah menunjuk angka 200km yang berarti setengah perjalanan telah kami lalui.

Jam 6 pagi kami memasuki hutan dengan jalan yang berlika-liku, indah sekali pemandangan. Serasa berada di tempat lain. Kabut tebal menyelimuti pohon-pohon tinggi di kanan kiri jalan. Hingga kami berpikir, perjalanan melewati jalur Majenang-Banjar ini pas sekali kalau dinikmati pada pukul 6 atau 7 pagi.

Jam 6 sampai jam 8:30 atau dua setengah jam kami gunakan untuk melahap 100km berikutnya yaitu Majenang, Banjar, Ciamis sampai dengan Tasikmalaya. Hari sudah mulai terang dan kendaraan sudah semakin ramai. Kendaraan masih dapat dipacu 80km per jam, meski di banyak ruas jalan dapat lebih cepat lagi.

Memasuki Tasikmalaya (Rajapolah dan Ciawi), jalan sudah sangat ramai. Sulit sekali menyusul kendaraan karena dari arah berlawanan relatif padat. Melihat kondisi jalan seperti ini buat kami hanya mungkin menyusul kendaraan lain di jalur Malangbong, karena truk-truk di depan kami pasti kerepotan melahap jalan yang sangat terkenal dengan tanjakan tingginya. Benar saja, baru di Malangbong kami dapat menyusul kendaraan-kendaraan besar yang membuat perjalanan kami sedikit tersendat sejak Tasikmalaya.

Malangbong menuju Nagrek kami lalui dengan sedikit santai pada kecepatan 50-60km meskipun jalanan tidak padat dan relatif mudah menyalip kendaraan lain karena banyak tanjakan lebar di sana. Jalan beraspal bagus sangat berlika-liku namun asik sekali karena sembari berwisata menikmati lika-likunya jalan dan pemandangan di kanan kiri jalan. Avanza matik kami sangat nyaman dikendarai, meskipun di beberapa tanjakan kami mesti mematikan AC atau mengoper gigi matik ke 3 atau 2 untuk mendapatkan kecepatan kendaraan yang stabil.

Pemandangan yang indah kami lewati di jalur alternatif Nagrek yang menuju Bandung, sementara yang dari arah berlawanan melewati jalur lama. Jalan sangat halus dan lebar sekali (4 jalur).  Di sini kesempatan untuk menyalip banyak truk berukuran sedang dengan muatan yang dapat membuat jalan kami tersendat nanti.

Memasukin Rancaekek menuju Cileunyi jalan sangat lebar dengan pemisah jalan. Pada umumnya kendaraan berlari kencang di sini. Cileunyi, Cibiru dan Ujung Berung jalanan cukup lancar meskipun padat. Tidak sampai macet, bahkan terus ke Cicaheum dan Cikutra. Pukul 12 kami telah tiba di rumah kami di Bandung. Tiga setengah jam untuk melahap 100km terakhir. Total 410km kami tempuh dalam waktu 10 jam.

Artikel terkait:

About these ads

16 thoughts on “Mudik 2012: Perjalanan Yogya-Bandung via Jalur Selatan

    • Bandung-Yogya sekitar 380-400km dengan Avanza G A/T, menghabiskan sekitar 31 liter premium (1 liter dapat sekitar 12.5km untuk jalur selatan Bandung-Yogya dengan kecepatan lari mode santai di sekitar 60-80km/jam; sementara mobil ini minum 1 liter untuk jarak tempuh 7.5-7.8km di dalam kota Bandung). Jadi kalau PP Bandung-Yogya ada di kisaran 60-62 liter. Selamat menikmati perjalanan ke Yogya dan Solo ya, semoga menyenangkan.

      Saya pernah mengukur secara detail namun ditulis di Twitter dan saya cukup susah untuk melihat arsip yang sudah lama sekali. Terima kasih.

    • O iya, sebaiknya selalu berhati-hati dalam perjalanan di jalur selatan khususnya pada malam hari. Beberapa kali di belokan jalur Bandung-Tasikmalaya, kami dikejutkan dengan bus besar atau truk besar yang berada di jalur kita yang berusaha untuk menyalip antrian kendaraan di depannya. Sangat tidak disarankan memacu kendaraan di belokan. Di jalur Jawa Tengah menuju Yogya, perlu mengalah dengan gaya supir truk besar yang tidak sabaran untuk menyalip dan memepet mobil-mobil pribadi.

  1. Terima kasih kembali. Pengalaman kami terakhir ke Yogya-Solo (September 2013) dengan dua putri kami (7 dan 3 tahun), kami berangkat dari Bandung sore hari jam 17:00 dan tiba di Ciamis jam 21:00. Kami menginap semalam di Ciamis, dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya pukul 09:00 dan tiba di Yogya pukul 16:00 dan tiba di Delanggu pukul 18:00. Skenario ini cukup membuat putri-putri kami lebih menikmati perjalanan.

    Selamat menikmati liburan ya …

  2. Ping-balik: Perjalanan Bandung-Yogya via Jalur Selatan | Weblog Ayo Wisata Indonesia

  3. Ping-balik: Mudik 2013: Perjalanan Bandung-Yogyakarta-Klaten via Jalur Selatan | Weblog Ayo Wisata Indonesia

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s