Mudik 2012: Perjalanan Bandung-Yogya via Jalur Selatan

Kali ini kami akan menceritakan pengalaman selama di dalam perjalanan mudik dari Bandung menuju Yogya menjelang Libur Nasional Hari Raya Natal 2012.

Dengan kendaraan Avanza G A/T 2011 yang kami miliki, kami mulai start dari Bandung pada pukul 02:30 pagi hari, tepatnya pada hari Minggu tanggal 23 Desember 2012. Karena masih pagi sekali, perjalanan melewati Terminal Cicaheum, Pasar Ujung Berung, Cibiru, Cileunyi, Rancaekek hingga Nagrek kami lalui tanpa halangan.

Sekitar pukul 04:00 pagi laju kendaraan ke arah timur mulai berhenti, berbeda dengan laju dari arah sebaliknya yang terlihat lancar. Patroli polisi mengumumkan agar semua kendaraan tetap mengambil jalur paling kiri. Beberapa kendaraan di depan kami mengambil jalan memutar entah mau lewat mana. Berhenti jalan sedikit dan kembali berhenti akhirnya kami nikmati sampai pukul 06:00 pagi. Ketika itu melintas truk tronton yang membawa kontainer ukuran 40 dikawal sebuah sedan patroli dan sebuah motor patroli. Rupanya truk tersebut melintang di Jalan Malangbong sehingga menyebabkan kemacetan panjang tersebut.

Selepas pukul 06:00 laju kendaraan mulai lancar, lebih-lebih ketika telah melewati pertigaan Malangbong yang ke arah Wado dan Sumedang. Pukul 07:30 kami sampai di Tasikmalaya. Perjalanan Bandung-Tasikmalaya yang umumnya ditempuh dalam waktu 3 jam akhirnya kami tempuh selama 5 jam. Selebihnya perjalanan kami tempuh dengan lancar meskipun terlihat seperti arus mudik, terlihat dari kendaraan-kendaraan yang didominasi oleh kendaraan Jakarta yang menuju ke arah timur. Selain itu, laju kendaraan sedikit tersendat oleh agak susahnya menyalip bus-bus siang jurusan Jawa Tengah seperti bus Budiman dan Aladdin; sementara truk-truk besar nyaris tidak terlihat.

Karena energi lumayan terkuras ketika macet total selama dua jam di Malangbong, kami pun memutuskan untuk beberapa kali berhenti untuk beristirahat. Pertama, kami singgah di warung di tengah hutan Majenang. Ada beberapa warung di sana yang menjajakan aneka minuman dan makanan, termasuk kelapa muda. Kami memilih salah satu gubuk dan memesan pop-mie serta teh panas. Kedua, kami singgah di daerah Tambak (Banyumas) dan memesan sate bebek yang merupakan makanan khas di sana. Ada banyak sekali warung sate bebek di sepanjang jalan. Kami memesan 20 tusuk seharga 26ribu rupiah saja. Maknyus .. enak sekali. Dan ketiga, kami singgah di sebuah warung dawet hitam di daerah Kutowinangun yaitu selepas Kebumen. Ada banyak sekali warung dawet hitam sepanjang jalan di Kutowinangun ini. Enak juga dawet hitam ini, per gelas/mangkuk hanya 3ribu rupiah.

DSC_2255

:: Rehat sebentar di warung dawet hitam di Kutowinangun ::

DSC_2257

DSC_2253

:: Pemandangan di Kutowinangun (sebelum memasuki Kutoarjo) sembari menikmati es cendhol hitam ::

Akhirnya pada pukul 17:30 kami tiba di rumah orang tua kami di Yogya, tepatnya di Kec. Minggir, Kab. Sleman. Total 15 jam waktu yang kami habiskan untuk menempuh jarak sejauh 400km dari Bandung-Yogya.

Artikel terkait:

Iklan

7 thoughts on “Mudik 2012: Perjalanan Bandung-Yogya via Jalur Selatan

  1. Perjalanan yang seru Pa…

    Coba ditulis tips-tips untuk perjalanan jarak jauh… agar semua yg baca bisa tahu apa saja yang harus dipersiapkan, tempat istirahat yang murah tp enak, dan jalan mana sja yang sebaiknya tidak dilalui… Terimakasih….

  2. Barangkali Pak Bandung memerlukan alternatif tempat berhenti di sumpyuh ada bakmie nyemek bu seto yang cukup kondhang di sana, ada beberapa cabang, tapi kalau saya memilih yang di kanan jalan (kalau dari arah bandung) kalau dawet hitam, yang menurut legenda paling senior adalah di sebelah timur jembatan butuh (sudah masuk perbatasan purworejo) warung sebelah kanan jalan (dari arah bandung) tepat beberapa meter setelah jembatan butuh. tidak mengecilkan dawet hitam di kutowinangun, cuman asal muasal dawet hitam itu dari puworejo

    terima kasih telah berbagi pengalaman.

    • Terima kasih banyak Mas Irfan, tentu informasi ini sangat berharga buat saya dan akan saya kunjungi pada agenda mudik September mendatang. Apalagi bakmie jawa seperti ini (bakmie nyemek, bakmie godhog) merupakan favorit saya. Rekomendasi dhawet hitamnya perlu dicoba Mas, saking banyaknya warung dhawet hitam membuat bingung untuk memilih dan menentukan yang mana hehe.

  3. Ping balik: Perjalanan Yogya-Bandung via Jalur Selatan | Weblog Ayo Wisata Indonesia

  4. Ping balik: Mudik 2013: Perjalanan Bandung-Yogyakarta-Klaten via Jalur Selatan | Weblog Ayo Wisata Indonesia

  5. Ping balik: Mudik 2014: Perjalanan Bandung-Yogya via Jalur Selatan | Weblog Ayo Wisata Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s