Anda pernah tidak menjelajahi daerah Minggir, sekitar 18 km arah barat dari Tugu Yogyakarta? Di sanalah tempat saya dibesarkan, di dusun Baran VI, Kelurahan Sendangagung, Kecamatan Minggir. Pemandangan pelosok tersebut terlihat di dalam foto berikut ini.

:: Kampung halamanku .. ::
Meski daerah pelosok, namun daerah kami memiliki kekayaan alam yang indah lho. Silakan simak peta wisata Minggir yang ditampilkan di situs ini. Bagi Anda yang sibuk di perkotaan, saya kira daerah Minggir bisa menjadi tujuan untuk mencari kesegaran alam pedesaan. Anda bisa menikmati beberapa obyek yang sangat menarik. Yuk kita intip.
Alam pedesaan. Alam pedesaan di daerah Minggir menyuguhkan alam pedesaan dengan hamparan sawah dan pegunungan. Anda bisa mencoba turun ke pematang sawah, melihat tanaman padi yang menghijau, melihat anak-anak memancing belut. Anda bisa melihat anak-anak mencari rumput untuk kambing dan kerbau piaraan, anak-anak yang bersenda gurau sambil bermain layang-layang. Anda juga bisa melihat burung blekok yang mencari makan di sawah, tidak akan pernah ditemukan di perkotaan.
Aliran sungai. Saya sendiri tidak henti-hentinya terkesan dengan pemandangan aliran sungai yang membelah pedesaan. Di daerah Minggir mengalir Sungai Progo namanya. Aliran sungai ini dialirkan ke Selokan Mataram dan Selokan Van der Wicjk untuk irigasi pertanian di Yogyakarta. Anda bisa melihat pemandangan sungai dari atas Jembatan Ngapak atau Jembatan Kreo yang masih dalam tahap perampungan.
Pasar Tradisional. Di daerah saya dapat ditemukan beberapa pasar tradisional. Sebut saja Pasar Kebonagung, Pasar Dekso, Pasar Ngijon, Pasar Balangan, Pasar Ngino, dan lainnya. Masyarakat pergi ke pasar untuk menjual kelapa yang dipetik dari kebunnya, menjual sayuran yang diambil dari pekarangannya, menjual tikar anyaman dari mendong, parut kelapa dari batang melinjo, dan lain sebagainya; untuk kemudian sebagian uang hasil penjualan dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Setuju dengan pendapatnya pak Yoanes.Daerah klepu dan sekitarnya memang unik,sejuk dan “ngangeni” Saya sendiri juga sering merasa kangen yang teramat sangat kalo lama tidak sempat pulang karena saya skarang cukup jauh dari sana. Apalagi dengan rumah nenek moyang saya yang dket sekali (+-50m)dari Sendang yang selalu menyejukkan dikala hati sedang sedikit panas….